

Tidak lama lagi, tepatnya di minggu ke-3 bulan Maret 2010, presiden Amerika Serikat terpilih, Barack Obama akan mengunjungi Indonesia. Kunjungan ke Indonesia merupakan kunjungan yang penuh emosional. Karena Indonesia selain merupakan Negara penting bagi Amerika Serikat dalam mempererat hubungan bilateral keduan Negara, dan usaha mewujudkan perdamaian dunia, Indonesia juga merupakan Negara yang pernah menjadi tempat tinggal Barack Obama di masa kecil.
Salah satu tempat yang akan dikunjungi oleh Barack Obama adalah SDN Menteng 01 Besuki Jakarta. Sekolah ini pernah menjadi tempat menuntut ilmu presiden Amerika Serikat ini. SDN Menteng 01 Besuki Jakarta saat ini sibuk mempersiapkan segala sesuatunya dalam menyambut alumni yang telah menjadi presiden Negara adi daya tersebut. Salah satu persiapannya adalah membuat patung “Obama kecil” setinggi 110 cm yang akan berdiri diatas fondasi setinggi 60 cm. Telah dijadwalkan bahwa Presiden Barack Obama akan menanda-tangani monument ini tepat di atas tulisan The Future Belongs To Those Who Believe In The Power Of The Dreams. Tulisan ini diharapkan akan menjadi inspirasi khususnya bagi siswa SDN 01 Menteng dan umumnya bagi bangsa Indonesia.
Barack Obama merupakan presiden Amerika Serikat pertama yang berkulit hitam. Kemenangannya menduduki kursi kepresidenan Amerika Serika merupakan hal yang fenomenal dan penuh dengn pro dan kontra. Obama selain mengalahkan rekan satu partai-nya yang memiliki latar belakang kulit putih dan mantan Jenderal Angkatan Bersenjata, juga mengalahkan Mrs. Hillary Clinton yang sudah terkenal dinegeri Paman Sam tersebut. Bagi Barack Obama menjadi presiden adalah perwujudan sebuah mimpi yang menginspirasi hidupnya untuk terus maju dan menghancurkan batasan-batasan yang menghalanginya, khususnya batasan terbesar yaitu masalah warna kulit. Dimana belum ada dalam sejarah presiden Amerika Serikat yang mayoritas penduduknya adalah warna kulit putih, dan penduduk kulit hitam menjadi warga kelas 2.
Kisah Barrack Obama merupakan implementasi kisah Yusuf pada zaman technology sekarang ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa Yusuf pun pernah menjadi “orang penting” di pemerintahan Firaun di Mesir. Karir Yusuf pun dimulai dari suatu mimpi yang ia terima dari Tuhan pada saat masih remaja. Dan mimpi itu terus menginspirasi dan memotivasi.
Yusuf bermimpi sampai 2 kali dan hal itu mempertegas bahwa mimpi itu bukan sembarang mimpi. Mimpi Yusuf yang pertama adalah sebagai berikut: Kejadian 37:5. Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. 37:6 Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini: 37:7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."
Mimpi Yang ke-2 Yusuf, sebagai berikut: Kejadian: 37:9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."
15 Tahun kemudian, dengan pikiran positif, perjuangan yang nyata dan iman kepada Tuhan yang militan, maka Yusuf pun akhirnya di percaya sebagai “mangkubumi” di Mesir. Suatu posisi tertinggi setelah Firaun. Raja Firaun memiliki alasan yang kuat memberikan posisi itu kepada Yusuf. Firaun menilai bahwa Yusuf dapat menterjemahkan mimpinya dengan jelas dan dapat menjelaskan dengan gambling hingga Firaun mengerti dan aware bahwa sebentar lagi ada bencana mengancam seluruh dunia termasuk Mesir. Dalam keadaan seperti ini maka orang yang tepat untuk mengatasi bencana hebat tersebut adalah Yusuf.
Ternyata seorang Yusuf bukan hanya memiliki kemampuan untuk bermimpi, atau menterjemahkan sebuah mimpi. Namun memiliki kemampuan untuk mewujudkan mimpi tersebut dengan pikiran positif, perjuangan dan iman. Berikut ini menjelaskan hal-hal yang dilakukan Yusuf, setelah ditunjuk oleh Firaun sebagai Problem Solver atas masalah bangsa yaitu: kelaparan hebat yang akan menimpa seluruh dunia.
1. Yusuf melakukan pemetaan masalah dengan cara mengenali lebih dekat keberadaan seluruh tanah Mesir yang dikuasai
Kejadian: 41:46. Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir.
2. Yusuf mencanangkan program tahun kelimpahan selama 7 Tahun dan memperkuat logistic sebagi persiapan menghadapi bencana kelaparan
Kejadian 41:47 Tanah itu mengeluarkan hasil bertumpuk-tumpuk dalam ketujuh tahun kelimpahan itu,
41:48 maka Yusuf mengumpulkan segala bahan makanan ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir, lalu disimpannya di kota-kota; hasil daerah sekitar tiap-tiap kota disimpan di dalam kota itu.
41:49 Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung.
3. Yusuf menyusun strategi bertahan dalam bencana kelaparan
41:53 Setelah lewat ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir itu,
41:54 mulailah datang tujuh tahun kelaparan, seperti yang telah dikatakan Yusuf; dalam segala negeri ada kelaparan, tetapi di seluruh negeri Mesir ada roti.
4. Yusuf berhasil dalam pekerjaannya
41:55 Ketika seluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir: "Pergilah kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu."
41:56 Kelaparan itu merajalela di seluruh bumi. Maka Yusuf membuka segala lumbung dan menjual gandum kepada orang Mesir, sebab makin hebat kelaparan itu di tanah Mesir.
41:57 Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi.
Keberhasilan mengatasi kelaparan di Mesir bukanlah tujuan akhir, keberhasilan itu merupakan mewujudkan dan membuktikan tugas dan tanggung-jawab yang diberikan Raja Firaun.
Yang diharapkan Yusuf adalah mewujudkan mimpi masa kecilnya. Keberhasilan merealisasikan mimpi Raja Firaun memberikan kekuatan bahwa Tuhan akan mewujudkan mimpinya. Dan pada akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggu tersebut datang juga:
Kejadian: 42:6 Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi di negeri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah.
42:7. Ketika Yusuf melihat saudara-saudaranya, segeralah mereka dikenalnya, tetapi ia berlaku seolah-olah ia seorang asing kepada mereka; ia menegor mereka dengan membentak, katanya: "Dari mana kamu?" Jawab mereka: "Dari tanah Kanaan untuk membeli bahan makanan."
42:8 Memang Yusuf mengenal saudara-saudaranya itu, tetapi dia tidak dikenal mereka.
42:9 Lalu teringatlah Yusuf akan mimpi-mimpinya tentang mereka. Berkatalah ia kepada mereka: "Kamu ini pengintai, kamu datang untuk melihat-lihat di mana negeri ini tidak dijaga."
Kembali kepada tema tulisan ini yang merupakan kalimat dari Barack Obama yang mengatakan bahwa masa depan adalah milik orang-orang yang memiliki mimpi untuk mewujudkannya. Mimpi disini berbicara keberanian menginginkan sesuatu yang lebih besar. Meskipun diketahui itu akan banyak hambatan dan terkesan mustahil. Pada saat Barack Obama mencalonkan diri menjadi Presiden, beliau menerima banyak sekali nada pesimis dan menentang. Namun itu sudah tidak ada artinya lagi. Karena nada pesimis dan menentang dan cenderung cemooh yang lebih kuat adalah pada saat remaja beliau menceritakan keinginannya untuk menjadi Presiden Amerika Serikat. Sebab pada zaman beliau masih remaja, seorang kulit hitam yang merupakan warga Negara kelas dua di Amerika sangat dilarang untuk menjabat posisi penting seperti Presiden.
Namun pada akhirnya, dengan ketekunan dan kerja keras, Barack Obama berhasil mewujudkan mimpinya untuk menjadi presiden. Bagaimana dengan anda?, apa mimpi anda?, mau jadi apa dan bagaimana 5 tahun mendatang?, putuskan dari sekarang karena waktu akan berjalan terus.
Persamaan dan Perbedaan orang berhasil dengan orang yang tidak adalah sama-sama memiliki waktu 24 jam sehari yang sama, namun orang berhasil menggunakan waktu untuk mencapai tujuannya, sedangkan orang yang tidak berhasil menggunakan waktu untuk mencari apa yang akan dituju.
Semoga Bermanfaat…


1 comment:
O la.. la...
nge-blog juga toch???? ngobrol atuhhh
ampyunnn boss, multi talent harus dikembangkan dunks...
sippp postingannya and stuja alias setuju untuk kesimpulan terakhir, tambahin ach:
"manusia yang berkualitas adalah mereka yang bijak mengisi waktunya dengan baik.."
Keep spirit:
dj martha
Post a Comment